Inspirasi hidup
Kamis, 17 November 2011
Tuan Presiden
Tuan Presiden,
Sesungguhnya si Fakir yang hina dina ini tak mau peduli dengan apapun yang tuan lakukan.
Tuan mau reshuffle kabinet hingga seratus kali pun tetap tak ada pengaruhnya terhadap saya.
Atau, tuan mau membiarkan para koruptor berkeliaran semau gue tetap saja tidak ada pengaruhnya juga bagi saya.
Bahkan, mungkin juga tak ada pengaruhnya juga buat sekian ratus juta rakyat Indonesia.
Selengkapnya:
http://www.fimadani.com/surat-si-fakir-untuk-tuan-presiden/
Klik SHARE, biarkan semua tahu, bahwa masih banyak anak bangsa yang menjerit dan tersiksa. Semoga masih ada para wakil di gedung dewan yang mampu mendengar jeritan mereka. Teruskan pesan ini untuk sesama.
MAITREYA
Bhakti Puja: Fokuskan untuk hati-pikiran semakin jernih, semakin bijak, kepribadian semakin baik dan Bahagia.
‘Bhakti Puja’ merupakan pengalaman hidup beriman umat Miledadao yang sangat penting. Dengan Bhakti Puja, seorang Iman Miledadao memulai dirinya untuk dekat dengan Laomu Sang Pencipta. Melalui Bhakti Puja, seorang Iman Miledadao memulai dirinya untuk mewujudkan ketulusan relijius dan rendah hati. Dari Bhakti Puja jugalah seorang Iman Miledadao berupaya menjernihkan hati-pikirannya, semakin bijak, menjadi berkepribadian baik dan menjadi manusia yang bahagia dalam menjalani hidup ini. Tidak peduli dia sudah mempunyai pemahaman yang cukup atau belum terhadap doktrin Miledadao. Cukup dia awali dengan satu tujuan yang tepat dan konsisten, yaitu, Bhakti Puja menuju hati- pikiranku semakin jernih, semakin bijak, kepribadian semakin baik dan menjadi bahagia. Terus tujukan ke tujuan ini. Fokus untuk tujuan ini, tidak untuk lainnya. Laomu dan Milefo bersama kita selamanya. Mari Berbhakti puja, Jia you! .......................simak juga artikel sebelumnya.
Inspirasi
Jeffri Edison
Ada seorang anak kecil kelas 4 SD
yang selalu mengucap syukur dalam
keadaan apapun. Ia tinggal di suatu desa
Milaor, Camarines Sur,di Negara Filipina.
Setiap hari untuk sampai ke sekolahnya ia
harus berjalan kaki melintasi daerah yang
tanahnya berbatu dan menyeberangi jalan
raya yang berbahaya dimana banyak
kendaraan yang melaju kencang. Setiap kali
berhasil menyeberangi jalan raya tersebut,
Andoy selalu mampir sebentar ke Gereja
untuk berdoa. Tindakannya ini diamati oleh
Pdt. Agaton. Karena merasa terharu dengan
sikap Andoy yang lugu dan beriman
tersebut. Suatu hari ketika Andoy hendak
masuk ke Gereja Pdt. Agaton menyapanya.
Bpk. Pdt : "Selamat pagi Andoy, apa
kabarmu? Apakah kamu akan ke sekolah?"
Andoy : "Ya, Bapa Pendeta!" balas Andoy
sambil tersenyum.
Bpk.Pdt : "Mulai sekarang saya akan
membantu dan menemani kamu
menyeberangi jalan raya tersebut setiap kali
kamu akan menyeberang.
Andoy : Terima kasih, Bapa Pendeta."
Bpk. Pdt : "sekarang apa yang akan kamu
lakukan?"
Andoy : "Aku hanya ingin menyapa Tuhan
Yesus... sahabatku."
Lalu Pendeta itu segera meninggalkan Andoy
untuk melewatkan waktunya bersama
Tuhan, tapi kemudian Pdt. Agaton
bersembunyi dibalik altar untuk
mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy.
Andoy mulai berbicara kepada Sahabatnya
Andoy : "Engkau tahu Tuhan, ujian
matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi
aku tidak mencontek walaupun teman2ku
yang lain melakukannya. Ayahku mengalami
musim paceklik dan yang bisa kumakan
hanyalah kue ini.Terima kasih buat kue ini
Tuhan!. aku tadi melihat anak kucing malang
yang kelaparan dan aku memberikan kueku
yang terakhir buatnya.. lucunya, aku nggak
begitu lapar. Lihat, ini sepatuku yang
terakhir..mungkin minggu depan aku harus
berjalan tanpa sepatu. Engkau tahu Tuhan
sepatu ini akan rusak, tapi tak
mengapa..yang terpenting aku tetap dapat
pergi ke sekolah.
TuhanKu kata orang-orang kami akan
mengalami musim panen yang susah bulan
ini, karena itu beberapa temanku sudah
berhenti sekolah. tolong bantu mereka
supaya bisa sekolah lagi.
Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi.
Sakit sekali, tetapi aku bersyukur karena
masih memiliki seorang ibu. Dan rasa sakit
ini pasti akan hilang. Lihatlah lukaku ini
Tuhan ??? Aku tahu Engkau mampu
menyembuhkannya, disini bekas lukanya
(Andoy memegang bekas lukanya) Tolong
jangan marahi Ibuku ya..??? memang dia
sedang lelah dan kuatir memikirkan
kebutuhan makanan juga biaya sekolahku ..
Itulah mengapa dia memukulku.
Oh ya..Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh
cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik
dikelasku, menurutMu apakah dia akan
menyukaiku?
Ah..bagaimanapun juga aku tahu bahwa
Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak
perlu menjadi siapapun untuk
menyenangkan hatiMu. Engkau adalah
sahabatku.
Hei.. Tuhan temanku, ulang tahunMu tinggal
dua hari lagi, apakah Engkau gembira?
Tunggu saja aku punya hadiah untukMu. tapi
ini kejutan dan Aku harap Engkau
menyukainya.Ooops aku harus pergi
sekarang. Selamat siang"
Kemudian Andoy segera berlari keluar dan
memanggil Pendeta Agaton.
Andoy : "Pak Pendeta..pa Pendeta..aku sudah
selesai berbicara dengan Sahabatku, Tuhan
Yesus, skarang anda bisa menemaniku
menyeberang jalan!
Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari,
Andoy tidak pernah absen sekalipun.
Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada
jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu
karena dia belum pernah melihat iman dan
kepercayaan yang murni kepada Allah dan
bersyukur saat situasi yang sulit terjadi
seperti yang dimiliki Andoy.
Saat hari Natal tiba, Pendeta Agaton jatuh
sakit sehingga dia tidak bisa memimpin
gereja dan dirawat di rumah sakit.
Pengelolaan Gereja diserahkan kepada 4
wanita tua yang tidak pernah tersenyum,
mereka selalu menyalahkan segala sesuatu
yang diperbuat orang lain.
Hari itu tgl. 25 Desember ketika 4 wanita tua
tadi sedang berada di gereja tiba-tiba
masuklah Andoy dan hendak menyapa
Sahabatnya.
Andoy: "Halo Tuhan..Aku ...'
4 Wanita : "Kurang ajar kamu bocah !!!
Apakah matamu tidak melihat kami sedang
berdoa ??!!! Keluar.!!!"
Andoy begitu terkejut, karena tidak pernah
ia diusir oleh Pdt.Agaton.
Andoy: "Dimana Bapa Pendeta? Dia
seharusnya membantuku menyeberangi
jalan raya.. dia selalu menyuruhku mampir
lewat pintu belakang Gereja. tidak hanya itu,
aku juga harus menyapa Sahabatku, hari ini
adalah hari ulang tahunNya, aku punya
hadiah untukNya ."
Ketika Andoy hendak mengambil hadiah
tersebut dari dalam bajunya, seorang dari
keempat wanita itu menarik kerah bajunya
dan mendorongnya keluar. Andoy sedih,
bigung dan setelah berpikir sebentar ia tidak
mempunyai pilihan lain kecuali sendirian
menyeberangi jalan raya tersebut.
Di situ ada sebuah tikungan yang tidak
terlihat pandangan, sebuah bus melaju
dengan kencang dan Andoy mulai
menyeberang sambil melindungi hadiah tadi
di dalam bajunya, sehingga dia tidak melihat
datangnya bus tadi. Tiba-tiba brakkk ...
(terdengar bunyi gaduh dan bus tadi
berhenti mendadak) Apa yang terjadi?
ternyata karena tidak bisa menghindari bus
besar tadi Andoy tertabrak dan tewas
seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian
dan mengelilingi tubuh Andoy yang sudah
tak bernyawa.
Sedih...Saat itu entah darimana munculnya
tiba-tiba datang seorang pria berjubah putih
dengan wajah yang lembut namun penuh
dengan air mata, ia memeluk tubuh Andoy
dan menangis.
Orang-orangpun heran, mereka penasaran
lalu bertanya;
Orang-orang : " Maaf Tuan, apakah anda
keluarga bocah malang ini ? Apakah anda
mengenalnya ?"
Dengan hati yang berduka ia segera berdiri
dan berkata : "Anak ini namanya Andoy, Dia
adalah sahabatku."
Lalu diambilnya bungkusan hadiah dari
dalam baju Andoy dan menaruh didadanya.
Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh
Andoy. Kerumunan orang tersebut semakin
penasaran...
Malam itu, Pendeta Agaton menerima berita
yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung
ke rumah Andoy. Ketika Pdt. Agaton
bertemu dengan orangtua Andoy ia
bertanya; "Bagaimana anda mengetahui
putera anda meninggal ?" Ibu Andoy
menjawab sambil menghapus airmatanya:
"Seorang pria berjubah putih yang
membawanya kemari." Pdt. Agaton bertanya
lagi: "Apa katanya ?"
"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun.
Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya
namun dia terlihat sedih, sepertinya Dia
mengenal Andoy dengan baik. Tetapi ada
suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan
mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak
kami dan tersenyum lembut. Dia membelai
rambut Andoy dan mencium keningnya
kemudian Dia membisikkan sesuatu" Jawab
ayah Andoy.
Pdt.Agaton ; "Apa yang dikatakannya ?"
Ayah Andoy menjawab; " Dia berkata Terima
kasih buat kadonya. Aku akan segera
berjumpa denganmu.engkau akan
bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan,
"Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa
begitu indah.. aku menangis karena
bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya,
ketika Dia meninggalkan kami ada suatu
kedamaian yang memenuhi hati kami, Aku
tahu puteraku sudah berada di Surga
sekarang. Tapi Pak Pendeta tolonglah
katakan siapakah Pria ini yang selalu bicara
dengan puteraku setiap hari di Gerejamu?
anda pasti mengenalnya karena anda selalu
berada disana setiap hari, kecuali hari ini
saat puteraku meninggal¡¨
Tiba-tiba air mata Pendeta Agaton menetes
dipipinya, dengan lutut gemetar Pdt. Agaton
berbisik, "Dia tidak berbicara dengan siapa-
siapa.. kecuali dengan Tuhan Yesus."
Tahukah anda dimana Andoy berada
sekarang? Ya ia berada di sorga bersama
Tuhan Yesus. Inginkah kita sekalian juga ...
berada di sorga nanti ? Ya kita semua
menginginkannya.
Andoy memiliki hati yang selalu bersyukur.
Walaupun situasi hidup yang dialaminya
sulit tetapi ia selalu bergembira karena ia
tahu Tuhan Yesus sahabatnya selalu
mengasihi dia. Melalui peristiwa tabrakan
tadi Tuhan Yesus datang menjemputnya ke
Langganan:
Postingan (Atom)


